Surat Wasiat Gadis Cilik Yang Dibunuh Ibunya Ini Sangat Menyedihkan

Sudah sering terdengar kasus penyiksaan dan pembunuhan yang dilakukan oleh orang tua kepada ibu kandung nya sendiri. Tapi apa yang terjadi di Inggris ini benar benar diluar nalar.

Seperti yang dilansir oleh hello-pet.com ada seorang ibu kandung yang tega menyiksa putrinya hingga tewas. Kalau boleh diulang kembali. Ibu kandung yang menyiksa anak kandung nya hingga tewas.

Lalu apa penyebab ibu ini tega melakukan hal diluar nalar seperti ini?

anak-dibunuh-ortu

sumber : http://hello-pet.com/berita-gosip/76186

Rupanya ibu ini mendapatkan arahan dari pasar lesbiannya kalau anak nya kerasukan setan dan harus dihancurkan secepatnya untuk mencegah terbukanya pintu gerbang neraka.

Dilansir dari hello-pet.com Ayesha Ali, 8 tahun, disiksa secara sadis hingga tewas oleh ibunya sendiri, Polly Chowdhury, 35 tahun.

Menurut keterangan polisi, Chowdhury bertindak di luar batas kemanusiaan itu setelah pasangannya, Kiki Muddar, 45 tahun, mengatakan Ayesha telah dirasuki roh jahat dan harus dimusnahkan.

Rupanya Muddar yang merupakan kekasih lesbian Polly Chowdhury memborbardir kekasih lesbiannya itu dengan ribuan pesan  Facebook dan SMS dengan tujuan meracuni secara bertahap dan menyakinkan kalau Ayesha sedang dirasuki roh jahat. Dan menyuruhnya berbuat kejam terhadap putri kandung nya sendiri.

Dan ironisnya Chowdhury perlahan-lahan menjadi yakin Ayesha harus dihukum untuk ‘menghentikan pintu gerbang neraka terbuka’. Sebuah pikiran gila yang tidak seharusnya dipikirkan oleh seorang ibu.

Akibat pengaruh kejam dan buruk dari Muddar, Ayesha akhirnya mendapatkan siksaan kejam dari kedua pasangan lesbian ini Mulai dari menyuruh Ayesha mandi air dingin, makan hingga perutnya sakit dan menggosok lantai kamar mandi.

Kepada para penyidik, pasangan Chowdhury dan Muddar yakin hal itu untuk membersihkan Ayesha dari ‘roh-roh jahat’. Dan kini mereka mengaku senang dan bahagia sudah berhasil membebaskan Ayesha dari pengaruh roh jahat dan pintu gerbang neraka tidak jadi terbuka.

 

Gila sekali bukan?

 

664xauto-tewas-disiksa-ibu-bocah-itu-tinggalkan-surat-mengharukan-150306h

sumber : http://hello-pet.com/berita-gosip/76186

Tetangga mengaku kalau mereka sering sekali mendengar teriakan teriakan memilukan Ayesha saat kedua pasangan lesbian tersebut bergantian masuk ke kamarnya dengan menggunakan topeng horror yang menakutkan sebagai upaya mereka untuk mengusir roh jahat yang berdiam di dalam diri Ayesha.

Saat ditemukan tewas, berat Ayesha hanya 22kg. Sangat kurus untuk anak berusia 8 tahun. Ayesha tewas karena luka pukulan di kepala di rumahnya di Chadwell Heath, Essex, pada 28 Agustus 2013. Selanjutnya Ayesha ditemukan terbaring di lantai hanya mengenakan celana dalam pink dan luka memar di sekujur tubuhnya. Dia mendapat hampir 50 luka-luka termasuk bekas gigitan di punggungnya yang ternyata gigitan milik ibunya.

Baik Chowdhury dan Muddar mengaku ada wanita lain yang membunuh Ayesha. Namun hakim memutuskan mereka bersalah atas pembunuhan berencana.

Pasangan aneh ini menjalin hubungan seperti cerita cerita di dunia fantasi yang dibangun mereka selama tiga tahun. Muddar menciptakan berbagai karakter fiksi agar bisa  lebih intim dengan pasangan kekasihnya. Namun menurut Muddar, Ayesha adalah rintangan bagi keduanya untuk menjalin hubungan lebih dalam.

Screenshot_6

sumber : http://hello-pet.com/berita-gosip/76186

Muddar pun diduga menderita sakit juwa setelah di hari kemtian kematian gadis kecil itu, Chowdhury telah berkomunikasi melalui SMS dan pesan Facebook dengan 15 karakter fiksi yang berbeda, yang semuanya adalah ciptaan Muddar. Siapapun yang melihatnya akan berkomentar kalau Muddar memang benar benar menderita kelainan jiwa.

Oleh guru dan teman temannya, Ayesha digambarkan sebagai anak yang berbakat, namun menjelang kematiannya dia terlihat sangat aneh dan sering menyendiri.

Setelah dia meninggal, penyidik menemukan catatan memilukan yang ditulis Ayesha yang disimpan di kamarnya. Dalam catatan itu, Ayesha menulis dia ‘berusaha keras untuk menjadi anak yang baik’.

 

“Aku benci mendapat hukuman, aku harus berubah menjadi anak yang baik,” tulis Ayesha.

 

Adapun ayah Ayesha memilih pergi meninggalkan istri dan anaknya setelah Muddar memasuki kehidupan Chowdhury, istrinya.

Muddar menangis sementara Chowdhury terisak saat vonis diumumkan hakim. Butuh hampir dua tahun bagi polisi untuk menguak kasus sadis yang menimpa Ayesha guna memastikan otak pelaku kejahatan.

 

sumber : http://hello-pet.com/berita-gosip/76186

 

Leave a Reply