Mantan Pacar Luna Maya Ditangkap Polisi

Waduh-waduh pengaruh dan bahaya narkoba benar-benar tidak pernah membatasi para korban-korbannya. Kaya atau miskin, pria atau wanita, pejabat atau pengangguran, artis atau pelajar, santri atau preman, semuanya tak berdaya jika sudah dipengaruhi narkoba. Tak terhitung sudah jumlah korbannya.

Kita pun harus selalu waspada akan ancaman si narkoba tersebut. beberapa hari ini para publik figure di tangkap karena kedapatan memakai narkoba. Tepat di hari yang bersamaan ada 2 pria ganteng dari dua profesi yang berbeda, yang satu sebagai artis dan satunya sebagai pengusaha tertangkap tangan tengah mengkonsumsi barang haram, narkoba.

reza prawiro1

Source:http://www.wowkeren.com/images/news/00080844.jpg

Kedua pria ganteng tersebut adalah  Reza Alexander Prawiro yang merupakan mantan pacar artis cantik Luna Maya dan pemain sinetron dan ftv Eza Gionino. Dengan adanya penangkapan terhadap keduanya hal tersebut menambah daftar buruk artis dan orang ternama di Indonesia yang terjerat kasus narkotika. Artinya, generasi muda sampai sekarang masih terus harus berjuang untuk memerangi narkoba.

Reza Alexander Prawiro adalah cucu Radius Prawiro‎ selaku mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin) juga kedua temannya di Apartemen Bellagio Masion, Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Pihak Direktorat Narkoba Bareskrim Polri sudah menetapkan kepada mereka menjadi tersangka. Hal tersebut usai adanya alat bukti juga adanya keterangan waktu pemeriksaan.

reza prawiro

Source:http://usimages.detik.com/community/media/visual/2015/08/03/ba98073e-82e7-4dc8-a53e-5e034d824de6_169.jpg?w=350

“Betul sekali, mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Brigjen Pol Anton Charliyan selaku Kepala Divisi Humas Polri, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Ada 3 lokasi yang didatangi tim Narkoba Mabes Polri terkait penangkapan Reza. Yang pertama di Hotel Boutique Hangtuah, Jakarta Selatan di kamar 103 pukul 17.10 WIB. Polisi pun mendapatkan barang bukti, bong, paket narkoba jenis sabu, dan paket narkotika jenis ganja.

Lokasi yang kedua, polisi juga diduga mendatangi kediaman Reza di Jalan Taman Darmawangsa No 11, Jakarta Selatan, pukul 18.00 WIB. Dari situ polisi menyita alat cangklong, alat bong, dan kantong kecil narkotika jenis sabu.

Yang ketiga polisi mendatangi Apartemen Bellagio Residence, Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Tepatnya di Tower A Lantai 22A No 6 pada pukul 19.29 WIB. Di sana, polisi menyita 3 pucuk senjata api serta amunisinya. Dan juga ada alat isap sabu.

Menurut Direktur Reserse Narkotika Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Anjan Putra Pramuka, narkoba yang dikonsumsi Reza berjenis sabu dengan kualitas wahid dari Tiongkok. Hal itu terlihat dari barang bukti sabu yang berwarna putih bening.

reza prawiro2

Source:http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/944474/big/089920200_1438596191-Reza-Alexander-2.jpg

Anjan menuturkan cara Reza dan rekannya mendapatkan kristal haram tersebut. Reza memesan barang haram itu kepada seorang bernama Rubi alias Kubil. Usai Reza memesan narkoba, Rubi alias Kubil menelepon Sofyan yang merupakan narapidana di salah satu lapas di Cirebon untuk menyiapkan barang haram tersebut.

Setelah barang pesanan disiapkan, Sofyan kemudian memerintahkan 2 kurirnya untuk mengantar sabu tersebut kepada Kubil.

Reza diketahui terlibat jaringan pengedar sabu dari dalam lembaga permasyarakatan. Meski belum dapat memastikan sejak kapan Reza terlibat sindikat sabu tersebut, Reza sudah cukup lama memesan sabu dari Sofyan dan menjadi pelanggan tetapnya.

Dari sindikat Reza, polisi mengumpulkan barang bukti berupa sabu seberat 58 gram, ganja kering seberat 12 gram, dan 5 pucuk senjata api.

Atas perbuatannya, Reza, Armada, dan Kubil dijerat Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Untuk Kubil, polisi menjeratnya dengan pasal tambahan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api dengan hukuman bui maksimal 12 tahun penjara.

Mengerikan sekali peredaran narkoba di Indonesia, tetap waspada dan jauhi narkoba ya teman-teman.

 

 

Leave a Reply