Mamah Dedeh Minta Maaf, Kenapa Nihh?

Mamah Dedeh sedang kesandung masalah, penceramah atau ustadzah tersebut mendapat kritik di media sosial. Hal itu dipicu karena perempuan bernama asli Dedeh Rosidah ini menyebut kata autis untuk menggambarkan seseorang yang terlalu asyik bermain dengan perangkat ponsel atau gadget. Pernyataan tersebut disampaikan Mamah Dedeh saat memberikan tausiah di Indosiar pada pertengahan Juli 2015 yang lalu.

mamah dedeh1

Source:http://bersamadakwah.net/wp-content/uploads/2015/07/Mama-Dedeh-Merdekadotcom.jpg

Banyak yang merasa keberatan dengan penggunaan kata-kata tersebut. Bahkan secara resmi mereka mendaftarkan protes melalui petisi situs change.org. “Melawan penggunaan kata ‘Autis’ sebagai ejekan dalam tayangan televisi”. Orang yang pertama kali berinisiatif untuk mengunggahnya di situs ini datang dari Istiaq Mumu. Seorang netizen yang berdomisili di Kuala Lumpur Malaysia.

Produser Eksekutif Indosiar, Taryatman, mengatakan, sebenarnya pernyataan Mamah Dedeh saat tausiah tidak bermaksud mendiskreditkan atau menyudutkan pihak tertentu, termasuk penyandang autisme.

Pada saat tausiah memang ada yang bertanya kira-kira begini pertanyaannya, bagaimana anak sekarang ini lebih mementingkan HP daripada orangtuanya. Akhirnya dijawablah oleh Mamah Dedeh, itu salah didikan dari mamanya dari awal. Mamah saat itu menyebut kata autis cuma sekali, namun ternyata berakibat fatal, mungkin kesalahan dari situ, akhirnya orang-orang yang dekat dengan penyandang autis tidak terima.

Taryatman menegaskan, Mamah Dedeh sebenarnya tidak bermaksud menyepelekan atau mengejek penyandang autisme. Sebab sekarang ini banyak orang menganalogikan kata autis untuk orang yang menggandrungi gadget.

Pada awal mulanya mamah menganggap ini tidak terlalu bermasalah atau tidak berniat untuk mengolok-olok orang autis tapi Mamah sendiri sekarang sudah mengakui dan dari pihak Indosiar minta maaf.

Menanggapi hal tersebut, Mamah Dedeh akhirnya buka suara. Mamah Dedeh menyampaikan permohonan maafnya melalui media.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Sebetulnya sama sekali tidak ada niat di hati saya memperolok-olokkan kata autis. Kata autis yang saya gunakan sama sekali tidak bermaksud untuk mengganggu seseorang,” ujar Mamah Dedeh.

Pendakwah yang terkenal ceplas-ceplos ini pun meminta agar masyarakat tak salah dalam menempatkan kata auti dalam bahasa sehari-hari mereka. Hal tersebut dimaksudkan supaya tak menyinggung mereka yang benar-benar menyandang autisme.

“Saya juga setuju agar kata ‘autis’ tidak digunakan untuk candaan sehari-hari,” tambahnya.

Sayangnya, Mamah Dedeh tak membuka kesempatan pada awak media untuk menyampaikan pertanyaan. Ia tak ingin memberikan pernyataan lain, agar tak menambah panjang masalah yang sudah berkembang.

Akan tetapi, meskipun Mamah Dedeh telah meminta maaf kepada publik, ternyata dukungan pada petisi tersebut terus dibanjiri pendukung. Hingga kini, petisi itu telah mendapat empat ribuan tandatangan. Istiaq berharap, seharusnya Mamah Dedeh sebagai publik figure bisa memberi contoh yang baik. Seperti mengedukasi masyarakat, dengan tidak menggunakan kata-kata autis sebagai bahan ejekan.

Selain mendapat ribuan pendukung, banyak juga yang menganggap bahwa tindakannya adalah hal yang berlebihan. Sehingga, Istiaq berharap agar Komisi Penyiaran Indonesia mengambil tindakan tegas, agar hal serupa tidak terulang kembali.

mamah dedeh dan aa

Source:http://i.ytimg.com/vi/NLyCUJVvMuw/hqdefault.jpg

Mamah Dedeh, wanita kelahiran Ciamis, 5 Agustus 1951 ini memang rutin sebagai pembicara di salah satu stasiun televisi. Acara yang berjudul Mamah dan Aa ini formatnya memang pengajian tapi lebih banyak sebagai ajang curhat para penelpon. Acara ini tayang tiap pagi, selain Adel yang berperan sebagai pendamping Mamah Dedeh dalam membawakan acara, datang pula kelompok-kelompok pengajian dari berbagai daerah.

Semoga masalah ini segera menemukan jalan damai tanpa ada pihak yang dirugikan lagi.

Kalian suka dengan artikel ini? bagikan dan berikan tanggapan kalian ya :)

Leave a Reply