Kejam! Kim Jong-un Eksekusi Mati Arsitek Bandara Hanya Karena Ia Tidak Suka Desainnya!

Berbicara mengenai kekejaman Kim Jong Un seperti tidak ada habisnya. Dia bisa saja menghabisi nyawa siapapun yang tidak disenangi nya bahkan dengan alasan sesepele apapun dan dengan cara sekejam yang dia mau. Seperti pada awal tahun ini Kim Jong Un menghabisi menteri pertahanan Korea Utara karena ketahuan tertidur saat rapat tengah berlangsung.

Dilansir dari hello-pet.com baru baru ini Kim Jong Un mengeksekusi mati Ma Won-chun, kepala arsitek yang membangun bandara Pyongyang hanya karena tidak menyukai rancangannya! Kejadian ini bertepatan dengan sebuah laporan pada bulan yang sama yang menyatakan kalau pemimpin yang ditakuti itu merasa tidak puas dengan konstruksi Terminal 2 di ibukota negara tersebut. Dia merasa sangat kecewa karena persiapan pembangunan yang terpaksa diundur, menunggu rancangan interior tersebut diperbaiki.

00001eksekusikimjongill

sumber : http://hello-pet.com/baru/77404

Kim Jong Un menyatakan kalau ada kesalahan pada tahap akhir konstruksi Terminal 2 karena perancangnya gagal menampilkan keindahan arsitektur partai, dimana itu merupakan nyawa, jiwa dan inti dalam melestarikan ideologi dan identitas bangsa. Kim membutuhkannya sebagai identitas pintu gerbang menuju Pyongyang.

Dikarenakan hal tersebut, Ma Won-chun dilaporkan telah dieksekusi dengan tuduhan “praktik korupsi dan gagal menjalankan perintah

Menurut berita yang didapat dari hello-pet.com Kim menganggap kalau terminal yang lama sudah terlalu kecil dan tampak kotor kalau dibandingkan dengan rival mereka Korea Selatan. Bangunan modern berdinding kaca itu dilaporkan enam kali lebih luas dari terminal yang lama meskipun jumlah penumpang di terminal tersebut masih jauh dari yang diharapkan.

Bangunan modern berdinding kaca itu dilaporkan enam kali lebih luas dari terminal yang lama meskipun jumlah penumpang di terminal tersebut masih jauh dari yang diharapkan.

29F6F23F00000578-3138830-image-a-55_1435264636940

sumber : http://hello-pet.com/baru/77404

Kim juga mengatakan kalau ia akan membangun jalur kereta cepat dan jalan raya dari Pyongyang menuju bandara. Kim telah memobilisasi tentara dua kali lipat lebih banyak dibandingan pada era ayahnya Kim Jong-il, menyebarkan 200 ribu tentara dimana seperlimanya merupakan tentara aktif, untuk pembangunan tempat-tempat berskala nasional, termasuk terminal bandara, resor serta bangunan publik dan apartemen.

Tidak jelas bagaimana rezim komunis ini bisa mendanai proyek-proyek tersebut dengan kesulitan ekonomi yang dihadapinya. Menurut data PBB, dua pertiga populasinya, kira-kira 16 juta jiwa, tidak jelas dimana lagi mereka bisa mendapatkan makan buat esok hari.

29F6F27700000578-3138830-image-a-56_1435264655241

sumber : http://hello-pet.com/baru/77404

Tampaknya kekejaman rezim Kim Jong Il telah menurun dengan sukses ke anaknya, Kim Jong Un, dengan ini dia bisa saja dinobatkan sebagai pemimpin terkejam di dunia.

Selain Ma Won Chun, Kim Jong Un sudah sukses juga mengeksekusi mati beberapa orang lainnya termasuk keluarganya sendiri

Salah seorang korban tembak mati adalah Jang Song Thaek, pemimpin kedua tertinggi di Korut. Pria ini tak lain adalah pamannya sendiri, ia menikah dengan bibi Kim Jong-un.

empat-metode-eksekusi-mati-ala-kim-jong-un-uz4n0phVw6

sumber : http://hello-pet.com/baru/77404

Setelah Jang Song Thaek, Kim Jong Un juga mengeksekusi bibinya sendir. Jong-un mengeksekusi bibinya hanya karena dia terus-menerus mengeluh soal kematian suaminya. Setelah kematian Kim Kyong Hui, Jong-un menjatuhkan eksekusi mati atas tujuh anggota keluarga Jang lainnya.

Eksekusi berlanjut ke Deputi Kementerian Pekerjaan Umum Korut yang bernama O Sang-hon. Orang yang menjadi pengiring jenazah Jang Song Thaek tersebut diputuskan untuk dibakar hidup-hidup. O Sang-hon dieksekusi karena mematuhi instruksi Jang untuk mengubah departemen pemerintah menjadi lembaga perlindungan-pemerasan.

Wakil Menteri Tentara Korut, Kim Chol, akhirnya dieksekusi dengan mortir karena kedapatan minum alkohol dan berpesta pada masa duka pasca-kematian Kim Jong Il di Desember 2011.

 

Leave a Reply