Bocah 10 Tahun Ditangkap Polisi! Penyebabnya Tak Disangka-sangka

Malas mengerjakan PR dan hanya suka bermain, tentu menjadi hal yang kerap terjadi pada anak. Namun, seorang ibu asal Colombus, Negara Bagian Georgia, Amerika Serikat, bernama Chiquita Hills punya cara yang cukup eksentrik untuk membikin kapok anaknya yang malas mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah) dari sekolah.

Ibu muda tersebut bekerjasama dengan petugas Kepolisian setempat yang kemudian berpura-pura menangkap anaknya yang berusia 10 tahun dan selanjutnya memasukkan si anak ke dalam mobil tahanan. Sean, nama bocah 10 tahun tersebut, menunjukkan tangis histeris saat polisi memborgol kedua tangannya, lalu memasukkannya ke dalam mobil polisi yang kacanya diberi tambahan jeruji besi.
polisi-borgol-tangan-sean_20150503_161235

sumber : http://hello-pet.com/quiz?id=63266

Menurut Hills, dia melakukan hal tersebut lantaran sudah sangat kesulitan mengatur si anak yang tidak mau menghormati orangtua dan gurunya, serta tidak mau mengerjakan tugas-tugas yang diberikan di sekolah.

Dilansir dari laman hello-pet.com, Tugas yang tak pernah dikerjakan oleh Sean sampai membuat guru disekolahnya datang ke rumah Chiquita dan menasehati Sean anaknya, namun sepertinya nasehat guru tersebut hanya lewat dari kuping kanan ke kuping kiri Sean.

Karena tidak bisa diatur tersebut akhirnya muncul ide unik dalam kepala Chiquita untuk menggunakan jasa polisi.

HT_georgia_mom_02_jef_150501_4x3_992

sumber : http://hello-pet.com/quiz?id=63266

Sebelum polisi menangkap Sean, Chiquita sebagai ibunya sudah mengancam akan melaporkan kenakalan yang dilakukannya pada polisi, tapi Sean tidak mengubris dan malah menertawakan kata-kata dari ibunya.

HT_georgia_mom_05_jef_150501_4x3_992

sumber : http://hello-pet.com/quiz?id=63266

Tawa Sean tiba-tiba berubah menjadi tangisan karena tiba-tiba polisi benar-benar datang dan mengikat Sean. Sean yang masih menangis dimasukkan kedalam mobil polisi selama 5 menit dan kemudian di bebaskan. Hal mengharukan pun terjadi, Sean langsung memeluk ibunya dan menyesal atas apa yang telah ia lakukan.

 

Memang tidak mudah dan memerlukan sedikit usaha ekstra dalam mendidik anak yang memiliki kepribadian yang lebih cenderung susah diatur.

 

Dalam penerapannya, banyak sekali orang tua yang tidak mampu sabar dalam mengendalikan anak yang nakal dan mereka cenderung melakukan kekerasan kepada anak sebagai salah satu solusi terbaik dalam mendisiplinkan anak yang nakal.

 

Sebagian besar orang tua mungkin menganggap bahwa hal ini merupakan hal yang benar, namun apakah demikian? Bagaimana Menurutmu?

Leave a Reply